Artikel ini sangat menarik dan memotivasi saya untuk terus mengembangkan kemampuan saya dalam hal knowledge dan skiil. Mari teman-teman bersama membacanya.
Smoga manfaat, selamat membaca ya
***
Menulis Itu Gampang
Satu pertanyaan sederhana. Kalau saya meminta teman-teman untuk memberikan skor 1-10, di mana angka 1 sangat buruk dan 10 sangat bagus, berapakah skor teman-teman ketika diminta untuk menulis? Hmm … mungkin ada yang memberi angka 3. Ada juga yang menilai dirinya 5. Dan pastinya ada juga yang menjawab 8 ke atas. Tidak masalah berapa skor yang teman-teman berikan. Yang menjadi soal adalah kenapa skor itu muncul.
Ketika pertanyaan di atas diajukan, pasti di pikiran teman-teman muncul sejumlah definisi mengenai menulis. Definisi itu kemudian diolah dengan membandingkan definisi tersebut dengan keterampilan dan sejumlah pengalaman yang dimiliki mengenai menulis. Dan dari olahan tersebut muncullah sebuah skor. Begitu bukan? Jadi hampir bisa dipastikan kalau definisi yang kita ambil rumit maka skor yang muncul akan rendah rendah. Tetapi kalau definisi yang muncul sederhana, pastilah skor tinggi yang akan muncul.
Kalau begitu, apakah definisi dari menulis itu?
Saya coba googling dengan memasukkan key word “define: writing”, muncul tiga besar definisi sebagai berikut.
1) the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text.
2) the activity or occupation of composing text for publication.
3) written work, especially with regard to its style or quality.
Definisi dalam bahasa Indonesia?
Berikut beberapa hasil googling yang diungkapkan oleh sejumlah orang yang dianggap ahli.
1. Menulis adalah proses mendesain, memerlukan metodologi, seperti menunggang angin, perlu jaringan pengaman ide, dan cara-cara menjinakkan penerbit. -Yasraf Amir Piliang
2. Menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa. -Burhan Nurgiantoro
3. Menulis berarti mengungkapkan pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. -M. Atar Semi
Terakhir saya mengutip KBBI. Menulis diartikan sebagai melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang orang melalui tulisan yang dituliskan.
Dari sejumlah definisi di atas, apakah ada yang cocok dengan definisi teman-teman? Tidak usah didebat definisi mana yang paling benar. Yang perlu disikapi adalah apakah definisi yang ada bisa membuat kita tergerak untuk menulis atau tidak. Definisi seindah dan sebagus apapun kalau tidak mendorong kita untuk menulis tentu tidak ada gunanya. Begitu juga sebaliknya, kalau definisinya sederhana dan bisa memotivasi kita untuk menulis, itu bermakna besar. Setuju?
* * *
Seorang wartawan dituntut untuk mampu menulis 3-4 artikel setiap hari. Sebuah pertanyaan muncul: kenapa mereka memiliki stamina menulis begitu panjang? Yup, karena mereka mendefinisikan aktivitas menulis sebagai sumber nafkah hidup. Dengan kata lain, kalau mereka tidak menulis maka dapur mereka bisa terancam. Sesekali isenglah membandingkan IQ kita dengan mereka. Saya yakin kita akan mendapatkan bahwa IQ mereka tidaklah lebih tinggi dari kita. Kalau begitu, kenapa mereka mampu menulis setiap hari? Jawabannya jelas. Kerena definisi menulis di pikiran mereka sudah sangat jelas.
Personal branding, itu motivasi lain bagi sebagian teman untuk menulis. Sejumlah profesi yang masuk katagori figur publik seperti artis, pembicara publik, sampai politikus masuk dalam kelompok ini. Bagi para artis, kehadiran tulisan tentang mereka adalah untuk eksistensi diri dan sebagai media untuk menyapa fans. Bagi seorang pembicara publik, tulisan mereka adalah kredibilitas akan kompetensi yang mereka miliki. Bagi seorang politisi, menulis diyakini mampu melejitkan karir politik mereka. Jadi tidak mengherankan kalau kita akan mudah menemukan sejumlah buku dengan cover penulis terpampang besar di toko buku.
Menulis juga dimaksimalkan oleh sebagian orang untuk mencari teman. Tujuan ini makin terfasilitasi dengan munculnya sejumlah media sosial. Tolong jawab dengan jujur. Kalau kita menulis sesuatu di media sosial dan tulisan kita ditanggapi –entah di-like atau di-komentari atau di-RT sama teman– pastilah kita merasa senang bukan? Kita seolah-olah memiliki banyak teman, meskipun hanya di dunia maya. Tidak apa-apa. Kalau hal ini membuat kita aktif menulis, tentunya bermanfaat bukan?
Menuangkan sesuatu menjadi tulisan juga dimaknai sebagian orang sebagai ajang untuk berbagi ilmu. Ada juga yang melihat menulis sebagai tempat untuk berbagi kisah atau pengalaman hidup. Ada juga yang memaksimalkannya sebagai tempat untuk curhat. Dan tentunya masih banyak lagi definisi dan motivasi menulis yang bisa teman-teman tambahkan. Pastikan definisi yang dibuat mampu menumbuhkan gut feeling mengenai menulis. Yang lebih penting definisi yang dibuat mampu menggerakkan dan memacu kita untuk mulai menulis. Setuju?
* * *
Kalau kembali ke definisi dan motivasi menulis, kelihatannya saya mengambil aliran sharing dan mencari teman. Kalau saya tanya ke teman-teman, apakah jawabannya?
Salam Proaktif
MICROSOFT
Penyerahan Sertifikat dari Microsoft pada kegiatan Skype-a-Thon live from Paris di SMKN 1 Gorontalo '4 APRIL 2019'
RUMAH BELAJAR PUSTEKKOM KEMDIKBUD
Implementasi Virtual Class di SMKN 1 Gorontalo - Agustus 2019
KKSI DIREKTORAT PSMK
Team Smart School SMKN 1 Gorontalo - November 2019
Minggu, 31 Desember 2017
PESERTA DIDIK
“Tidak ada peserta didik yang tidak memiliki potensi”
Ungkapan ini tidaklah berlebihan, saya kira. Sebab pada hakekatnya setiap peserta didik memiliki potensi. Karena peserta didik itu berbeda-beda, maka potensi yang mereka miliki pun berbeda-beda. Tak terkecuali peserta didik yang memiliki saudara kembar. Banyak pendidik yang menyadari kenyataan ini, tetapi mungkin ada juga oknum pendidik yang tidak menyadarinya sehingga menggeneralisasi anak didiknya dengan potensi yang sama. Jelas, sikap tersebut hanya akan menutup atau bahkan mematikan potensi anak didik. Kalau hal itu benar-benar terjadi, maka tujuan pendidikan yakni memberdayakan setiap anak didik menurut potensi mereka tak kan tercapai. Kita tahu, potensi merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuan besar manusia. Sejatinya, kemampuan besar manusia terdiri dari kemampuan aktual, yaitu kemampuan yang ada saat ini, kemampuan yang sudah teraktualisasikan. Contohnya skor IQ, dan skor TOEFL.
Kemampuan besar manusia yang lain adalah kemampuan potensial. Disebut potensial karena merupakan kemampuan yang belum tergali, belum teraktualisasikan, kemampuan yang berwujud kemungkinan-kemungkinan. Contohnya adalah bakat. Potensi adalah kesanggupan, daya, kemampuan untuk lebih berkembang. Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik/sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik. Berbagai pengertian ini menegaskan bahwa setiap peserta didik memiliki kesanggupan, daya, dan mampu berkembang. Artinya, tidak boleh vonis kepada peserta didik tertentu bahwa ia tidak sanggup, berdaya, dan tidak mampu berkembang.
Pada dasarnya setiap peserta didik mempunyai potensi, baik fisik, intelektual, kepribadian, minat, moral, maupun religi. Potensi fisik tidak hanya mengacu pada kondisi kesehatan fisik dan keberfungsian anggota tubuh tetapi juga berhubungan dengan proporsi pertumbuhan dan perkembangan fisik, perkembangan dan keterampilan psikomotorik. Potensi kepribadian mengacu pada kemampuan mengelola emosi, mengembangkan dan menjaga motivasi belajar, memimpin, beradaptasi, berinteraksi, berkomunikasi, responsibilitas, orientasi nilai, moral dan religi, sikap, dan kebiasaan. Sementara potensi intelektual sudah pasti berhubungan dengan kecerdasan yaitu prestasi akademik, kecerdasan umum, kemampuan khusus (bakat), dan kreativitas.
Adapun jenis-jenis kecerdasan, sesuai dengan gagasan penemu Multiple Intelegence, Howard Gardner, antara lain:
1. Kecerdasan Bahasa (linguistic), yaitu kemampuan menggunakan kata secara efektif baik lisan (pendongeng, orator, penerjemah, dsb), maupun tertulis/tulisan (sastrawan, penulis skenario drama/film, fonologi atau bunyi bahasa, semantik atau makna bahasa, dimensi pragmatik atau penggunaan praktis bahasa).
2. Kecerdasan Logika Matematika (logic-mathematical), yaitu kemampuan menggunakan angka dengan baik (ahli matematika, akuntan, ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (ilmuwan, pemograman komputer, ahli logika).
3. Kecerdasan Ruang (spatial), merupakan kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual atau relasi pandang ruang secara akurat (pemburu, pramuka, pemandu/tour guide) dan mentrasformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut (dekorator, interior, arsitek, seniman) meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsur tersebut.
4. Kecerdasan Gerak Tubuh atau dikenal juga sebagai kecerdasan kinestetik-jasmani (bodily-kinesthetic); tidak lain daripada kecerdasan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (aktor, pemain pantomim, altet, penari) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu (perajin, pematung, ahli mekanik, dokter bedah).
5. Kecerdasan Musik (musical). Kecerdasan ini ada kaitannya dengan cara mempersepsi (penikmat musik), membedakan (kritikus musik), menggubah (komposer), dan mengekspresikan (penyanyi).
6. Kecerdasan Antarpribadi (interpersonal), yaitu kemampuan membangun, mempertahankan, dan memulihkan hubungan interpersonal. Mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain juga terkategori sebagai kecerdasan antar pribadi.
7. Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasar pemahaman tersebut (meliputi kemampuan memahami diri secara akurat (kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan/keterbatasan diri), kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, temperamen, keinginan, kemampuan berdisiplin diri, dan memahami dan menghargai diri sendiri.
8. Kecerdasan tentang Alam (naturalistic intelligence). Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9. Kecerdasan Spiritual, kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran aspek-aspek spiritual seperti kesadaran beragama dan melaksanakan ajaran agama.
Semua kecerdasan ini hendaknya diasah sejak usia dini agar potensi anak dapat berkembang optimal. Dan cara yang efektif untuk mengembangkan potensi anak ialah dengan menerapkan model pembelajaran, seperti: guru menyajikan pelajaran dengan menghubungkan satu topik dengan topik lain, satu konsep dengan konsep, satu keterampilan dengan keterampilan lain, dalam satu mata pelajaran. Ini yang dikenal dengan model terkait (connected model). Bisa juga dengan cara pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran dalam beberapa kegiatan dan bidang pengembangan (model jaring laba-laba/webbed model). Selain itu, pendidik juga dapat menggunakan cara keterpaduan (integrated model) yaitu keterpaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Tentu masih banyak cara yang dapat digunakan untuk memberdayakan potensi peserta didik. Oleh karena potensi peserta didik yang demikian beragam, saya kira, diperlukan strategi manajemen pendidikan yang khusus memperhatikan pengembangan peserta didik yaitu dengan penyelenggaraan program pembelajaran yang mampu mengembangkan keunggulan/potensi tiap peserta didik, baik potensi intelektual maupun bakat khusus yang bersifat keterampilan (gifted and talented).
Tanda-Tanda Potensi Peserta Didik Secara praktis kita bisa tahu potensi peserta didik yang memang tanda-tandanya sudah terlihat sejak dini, yaitu:
1. Memiliki ingatan yang kuat. Kalau seorang peserta didik sanggup mengingat letak benda-benda, tempat-tempat penyimpanan, lokasi-lokasi, waktu suatu peristiwa, dsb. ini menunjukkan bahwa peserta didik tersebut memiliki ingatan yang kuat.
2. Mempunyai logika dan keterampilan analisis yang kuat. Ditandai dengan kesanggupan membuat kesimpulan, menghubung-hubungkan, dsb.
3. Berpikir abstrak. Membayangkan sesuatu yang tidak tampak, mampu berimajinasi. Contohnya membayangkan keadaan di bulan atau tempat yang belum pernah dikunjunginya.
4. Mampu membaca tata letak (ruang), yaitu menguasai rutejalan, ke mana harus berbelok, menyebutkan bentuk ruang.
5. Mempunyai keterampilan mekanis. Terlihat pada kebiasaan membongkar pasang benda yang rumit.
6. Menyukai musik dan seni.
7. Luwes dalam gerak tubuh.
8.Senang bersosialisasi, yaitu mudah bergaul, mudah beradaptasi
9. Mampu memahami perasaan orang lain. Tentu saja mengacu pada empati, kepedulian.
10. Berpenampilan menarik dan mampu mempengaruhi orang lain.
Peran Pendidik (Orang Tua dan Guru), berperan penting dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik. Bagaimana caranya? Sederhana saja, menciptakan suasana pembelajaran yang dapat dinikmati oleh peserta didik. Pembelajaran semacam ini merupakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan kompetensi, yaitu pembelajaran yang:
Apabila hal-hal ini diterapkan dalam proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah, peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Kita tahu, suasana kegiatan belajar mengajar yang dinikmati oleh peserta didik berpengaruh terhadap otak kanan dan otak kiri peserta didik. Inilah pembelajaran yang memperhatikan dan memberikan porsi kepada keunikan tiap individu.
Untuk Diperhatikan, Hal-hal berikut ini tak boleh dilupakan:
1. Cobalah untuk tidak memvonis potensi peserta didik. Kadang-kadang, karena terbawa emosi, oknum pendidik mengatakan kepada peserta didik bahwa ia tidak sanggup, tidak memiliki daya, atau tidak mampu sehingga ia tidak mungkin berkembang. Vonis ini sama sekali tidak membantu menyelesaikan persoalan dalam pembelajaran.
2. Berupaya keras memfasilitasi potensi peserta didik. Ini merupakan tugas utama setiap pendidik. Potensi anak didikakan berkembang dengan baik selepas difasilitasi. Sebaliknya potensi peserta didik sama sekali tidak memiliki pengaruh apa pun bagi peserta didik itu sendiri apabila tidak difasilitasi.
Pada Akhirnya, Setiap peserta didik adalah individu yang unik. Unik karena mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sepatutnyalah potensi peserta didik diberdayakan.
Ungkapan ini tidaklah berlebihan, saya kira. Sebab pada hakekatnya setiap peserta didik memiliki potensi. Karena peserta didik itu berbeda-beda, maka potensi yang mereka miliki pun berbeda-beda. Tak terkecuali peserta didik yang memiliki saudara kembar. Banyak pendidik yang menyadari kenyataan ini, tetapi mungkin ada juga oknum pendidik yang tidak menyadarinya sehingga menggeneralisasi anak didiknya dengan potensi yang sama. Jelas, sikap tersebut hanya akan menutup atau bahkan mematikan potensi anak didik. Kalau hal itu benar-benar terjadi, maka tujuan pendidikan yakni memberdayakan setiap anak didik menurut potensi mereka tak kan tercapai. Kita tahu, potensi merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuan besar manusia. Sejatinya, kemampuan besar manusia terdiri dari kemampuan aktual, yaitu kemampuan yang ada saat ini, kemampuan yang sudah teraktualisasikan. Contohnya skor IQ, dan skor TOEFL.
Kemampuan besar manusia yang lain adalah kemampuan potensial. Disebut potensial karena merupakan kemampuan yang belum tergali, belum teraktualisasikan, kemampuan yang berwujud kemungkinan-kemungkinan. Contohnya adalah bakat. Potensi adalah kesanggupan, daya, kemampuan untuk lebih berkembang. Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik/sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik. Berbagai pengertian ini menegaskan bahwa setiap peserta didik memiliki kesanggupan, daya, dan mampu berkembang. Artinya, tidak boleh vonis kepada peserta didik tertentu bahwa ia tidak sanggup, berdaya, dan tidak mampu berkembang.
Pada dasarnya setiap peserta didik mempunyai potensi, baik fisik, intelektual, kepribadian, minat, moral, maupun religi. Potensi fisik tidak hanya mengacu pada kondisi kesehatan fisik dan keberfungsian anggota tubuh tetapi juga berhubungan dengan proporsi pertumbuhan dan perkembangan fisik, perkembangan dan keterampilan psikomotorik. Potensi kepribadian mengacu pada kemampuan mengelola emosi, mengembangkan dan menjaga motivasi belajar, memimpin, beradaptasi, berinteraksi, berkomunikasi, responsibilitas, orientasi nilai, moral dan religi, sikap, dan kebiasaan. Sementara potensi intelektual sudah pasti berhubungan dengan kecerdasan yaitu prestasi akademik, kecerdasan umum, kemampuan khusus (bakat), dan kreativitas.
Adapun jenis-jenis kecerdasan, sesuai dengan gagasan penemu Multiple Intelegence, Howard Gardner, antara lain:
1. Kecerdasan Bahasa (linguistic), yaitu kemampuan menggunakan kata secara efektif baik lisan (pendongeng, orator, penerjemah, dsb), maupun tertulis/tulisan (sastrawan, penulis skenario drama/film, fonologi atau bunyi bahasa, semantik atau makna bahasa, dimensi pragmatik atau penggunaan praktis bahasa).
2. Kecerdasan Logika Matematika (logic-mathematical), yaitu kemampuan menggunakan angka dengan baik (ahli matematika, akuntan, ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (ilmuwan, pemograman komputer, ahli logika).
3. Kecerdasan Ruang (spatial), merupakan kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual atau relasi pandang ruang secara akurat (pemburu, pramuka, pemandu/tour guide) dan mentrasformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut (dekorator, interior, arsitek, seniman) meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsur tersebut.
4. Kecerdasan Gerak Tubuh atau dikenal juga sebagai kecerdasan kinestetik-jasmani (bodily-kinesthetic); tidak lain daripada kecerdasan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (aktor, pemain pantomim, altet, penari) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu (perajin, pematung, ahli mekanik, dokter bedah).
5. Kecerdasan Musik (musical). Kecerdasan ini ada kaitannya dengan cara mempersepsi (penikmat musik), membedakan (kritikus musik), menggubah (komposer), dan mengekspresikan (penyanyi).
6. Kecerdasan Antarpribadi (interpersonal), yaitu kemampuan membangun, mempertahankan, dan memulihkan hubungan interpersonal. Mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain juga terkategori sebagai kecerdasan antar pribadi.
7. Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasar pemahaman tersebut (meliputi kemampuan memahami diri secara akurat (kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan/keterbatasan diri), kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, temperamen, keinginan, kemampuan berdisiplin diri, dan memahami dan menghargai diri sendiri.
8. Kecerdasan tentang Alam (naturalistic intelligence). Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9. Kecerdasan Spiritual, kemampuan yang berkaitan dengan kesadaran aspek-aspek spiritual seperti kesadaran beragama dan melaksanakan ajaran agama.
Semua kecerdasan ini hendaknya diasah sejak usia dini agar potensi anak dapat berkembang optimal. Dan cara yang efektif untuk mengembangkan potensi anak ialah dengan menerapkan model pembelajaran, seperti: guru menyajikan pelajaran dengan menghubungkan satu topik dengan topik lain, satu konsep dengan konsep, satu keterampilan dengan keterampilan lain, dalam satu mata pelajaran. Ini yang dikenal dengan model terkait (connected model). Bisa juga dengan cara pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran dalam beberapa kegiatan dan bidang pengembangan (model jaring laba-laba/webbed model). Selain itu, pendidik juga dapat menggunakan cara keterpaduan (integrated model) yaitu keterpaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Tentu masih banyak cara yang dapat digunakan untuk memberdayakan potensi peserta didik. Oleh karena potensi peserta didik yang demikian beragam, saya kira, diperlukan strategi manajemen pendidikan yang khusus memperhatikan pengembangan peserta didik yaitu dengan penyelenggaraan program pembelajaran yang mampu mengembangkan keunggulan/potensi tiap peserta didik, baik potensi intelektual maupun bakat khusus yang bersifat keterampilan (gifted and talented).
Tanda-Tanda Potensi Peserta Didik Secara praktis kita bisa tahu potensi peserta didik yang memang tanda-tandanya sudah terlihat sejak dini, yaitu:
1. Memiliki ingatan yang kuat. Kalau seorang peserta didik sanggup mengingat letak benda-benda, tempat-tempat penyimpanan, lokasi-lokasi, waktu suatu peristiwa, dsb. ini menunjukkan bahwa peserta didik tersebut memiliki ingatan yang kuat.
2. Mempunyai logika dan keterampilan analisis yang kuat. Ditandai dengan kesanggupan membuat kesimpulan, menghubung-hubungkan, dsb.
3. Berpikir abstrak. Membayangkan sesuatu yang tidak tampak, mampu berimajinasi. Contohnya membayangkan keadaan di bulan atau tempat yang belum pernah dikunjunginya.
4. Mampu membaca tata letak (ruang), yaitu menguasai rutejalan, ke mana harus berbelok, menyebutkan bentuk ruang.
5. Mempunyai keterampilan mekanis. Terlihat pada kebiasaan membongkar pasang benda yang rumit.
6. Menyukai musik dan seni.
7. Luwes dalam gerak tubuh.
8.Senang bersosialisasi, yaitu mudah bergaul, mudah beradaptasi
9. Mampu memahami perasaan orang lain. Tentu saja mengacu pada empati, kepedulian.
10. Berpenampilan menarik dan mampu mempengaruhi orang lain.
Peran Pendidik (Orang Tua dan Guru), berperan penting dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik. Bagaimana caranya? Sederhana saja, menciptakan suasana pembelajaran yang dapat dinikmati oleh peserta didik. Pembelajaran semacam ini merupakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan kompetensi, yaitu pembelajaran yang:
- Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bermain dan beraktivitas
- Memberi suasana aman dan bebas secara psikologis
- Penerapan disiplinnya tidak kaku
- Memberikan keluasan kepada peserta didik untuk boleh mempunyai gagasan, ide, atau pendapat sendiri
- Mampu memotivasi peserta didik berpartisipasi secara aktif
- Memberi kebebasan berpikir kreatif
Apabila hal-hal ini diterapkan dalam proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah, peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Kita tahu, suasana kegiatan belajar mengajar yang dinikmati oleh peserta didik berpengaruh terhadap otak kanan dan otak kiri peserta didik. Inilah pembelajaran yang memperhatikan dan memberikan porsi kepada keunikan tiap individu.
Untuk Diperhatikan, Hal-hal berikut ini tak boleh dilupakan:
1. Cobalah untuk tidak memvonis potensi peserta didik. Kadang-kadang, karena terbawa emosi, oknum pendidik mengatakan kepada peserta didik bahwa ia tidak sanggup, tidak memiliki daya, atau tidak mampu sehingga ia tidak mungkin berkembang. Vonis ini sama sekali tidak membantu menyelesaikan persoalan dalam pembelajaran.
2. Berupaya keras memfasilitasi potensi peserta didik. Ini merupakan tugas utama setiap pendidik. Potensi anak didikakan berkembang dengan baik selepas difasilitasi. Sebaliknya potensi peserta didik sama sekali tidak memiliki pengaruh apa pun bagi peserta didik itu sendiri apabila tidak difasilitasi.
Pada Akhirnya, Setiap peserta didik adalah individu yang unik. Unik karena mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sepatutnyalah potensi peserta didik diberdayakan.
Jumat, 29 Desember 2017
BUKU RELEGI
SAAT ROH TERPISAH JASAD
Oleh: Rahmawaty Polontalo
Sebuah buku mendeskripsikan keberadaan roh menjelang ajal, saat sakaratul maut dan setelah sakaratul maut.
Buku ini memotivasi pembaca untuk hidup lebih cerdas,
Orang cerdas adalah orang yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat untuk hidup yang panjang.
Hidup bukan untuk hidup...
tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup.
Hidup bukan untuk mati...
tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati,
kita jangan mencari mati,
kita jangan lupakan mati, tapi rindukan mati.
Karena, mati adalah gerbang utama untuk bisa berjumpa dengan Allah SWT.
Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Semoga manfaat.
Berminat???
In Syaa Allah, dapat direalisasikan... diwujudkan...
sbg karya perdana. Aamiin
Mohon dukungan Doa teman-teman IGI.
Kontak penulis 085394341194
Melalui WA, Telegram atau SMS
ODOW dan ODOP
Saya tertarik pesan singkat disampaikan oleh rekan IGI pk Elyas, S.Pd, M.Eng, guru SMKN 4 Yogyakarta. Pesan motivasi dan sangat inspiratif ini saya tuangkan sebagai catatan saya pada blog ini, dengan harapan berbagi motivasi dan inspirasi.
Blog "Belajar dan Berbagi bersama" merupakan kreasi saya, sebagai product diklat SAGUSABLOG yang dibimbing secara online oleh master IT, "Mr.Mung". SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia.
Baiklah, catatan saya yang dikutip melalui pesan singkat pk Elyas:
------------------------------------------------------------------------------------
Dalam keseharian kita telah mengenal istilah odoj, One Day One Juz, satu hari satu juz, pesan moral bagi pecinta AlQuran Dalam membaca setiap hari satu juz. Ada juga odop, one day one page, satu hari satu halaman membaca AlQuran.
Saya pun ikut-ikutan mengusulkan istilah ODOW, one day one writing, satu hari satu tulisan. Odow ini merupakan wahana untuk memicu diri sendiri, agar tetap bersemangat dalam berkarya. Karya yang ditulis dengan hati akan mempunyai dampak yang luas.
Secara harfiah bila "odow" dilakukan secara konsisten, setiap hari satu halaman saja, satu tahun bisa panen tulisan 365 lembar. Wow 1 buku...keren ya. Bayangkan kalau satu hari dua tulisan, jadi 730 halaman / tahun. Dan andai bisa 3 tulisan, sudah 1095 halaman / tahun. Ehm...la la...
Menulis di era digital tidaklah sulit. Cukup bicara, biarkan hp androidmu untuk merangkai kata-katanya. Apa yang kita ucapkan langsung tertulis dengan rapi. Membaca di era ini pun serasa mudah, tidak harus menggunakan mata, tetapi cukup pakai telingga. Perpaduan menulis dengan mulut dan membaca dengan telingga dikembangkan oleh mas mampuono, beliau juga sebagai sekjend igi dan kalau anda ingin menggunakan cukup klik ini https://play.google.com/store/apps/details?id=menemubaling.v04 komplet deh diajari cara pakainya ...asyik kan..
Tunggu apa lagi tulislah apa saja yang anda lihat, dengar, rasakan dan impikan. Tidak usah takut salah.."waton nulis wae" lama ke lamaan akan indah sendiri, menemukan stylenya. Agar tulisan bisa renyah dan enak di baca, perlu dari jiwa yang dalam. ketulusan jiwa menghasilkan karya terindah.
Ayoo mulai saat ini, lakukan secara konsisten, maka keajaiban itu pasti datang. Ikuti group-group baik di Washaps dan Telegram, kirimkan tulisan anda, sebagai kado silang , abadikan di blog pribadi seperti www.sagusabos.com atau juga kirim tulisan ke www.menemubaling.com atau blog kroyokan seperti www.blog.igi.or.id
Ndak usah mikir...ya lakukan apa yang bisa dikerjakan. Pastikan bahwa "tulislah terus, berkarya terus sampai raga ini terpisah dengan jiwa. bila dilakukan dengan ajeg percaya diri, sesustu akan menjadi indah tepat saat waktunya. Jangan salah lagi ya ..pastikan odow, selalu di hati...):
------------------------------------------------------------------------
Demikian pesan singkat pk Elyas melalui grup MSC INDONESIA.
Yang dikirim tanggal 16 Oktober 2017 melalui aplikasi telegram dan kebetulan saya terhubung grup dimaksud.
Sesaat setelah saya menyimak content pesan pk Elyas, saya segera praktekkan melalui aplikasi menemubaling dishare pk Elyas dalam pesan singkat diatas, yang menurut saya aplikasi tersebut tampilan menunya berbeda dengan app yang ada pada tablet saya.
Simpulan saya..., tetaplah semangat berKarya dengan memanfaatkan kemudahan IT.
Jika diperkenankan mengutip istilah, saya lebih memilih ODOW dan ODOP
• Melalui semangat ODOW "one day one write" bersama kita kembangkan potensi akademik untuk berKarya demi anak bangsa berkarakter.
• Melalui semangat ODOP "one day one page" bersama kita galakkan motivasi berTilawah untuk investasi abadi.
Semoga bermanfaat,
Salam silaturrahmi.
#Rahmawaty Polontalo - IGMP MTK GTLO
Kamis, 28 Desember 2017
BEST PRACTICE
GERAKAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN
HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL JIGSAW
PADA PESERTA DIDIK SMKN 1 GORONTALO
Kegiatan belajar mengajar matematika menggunakan model jigsaw dengan menggerakkan literasi pada peserta didik SMKN 1 Gorontalo.
Deskripsi tulisan ini dikemas sebagai bentuk karya tulis ilmiah Best Practice,
Silahkan simak dengan mengklik Best Practice.
Limit Trigonometri Lanjutan
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Limit Trigonometri Lanjutan melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 3 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya klik tulisan biru di atas.
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 3 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya klik tulisan biru di atas.
Limit Trigonometri Dasar
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Limit Trigonometri Dasar melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas.
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas.
Limit Mengalikan Sekawan
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Limit Mengalikan Sekawan melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Limit Pemfaktoran
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Limit Pemfaktoran melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Luas Segitiga dengan Trigonometri
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Luas Segitiga dengan Trigonometri melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas
Aturan Cosinus
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Aturan Cosinus melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 2 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Aturan Sinus
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Aturan Sinus melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 3 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 3 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan merah di atas
Operasi pada Matriks
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Operasi pada Matriks melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 4 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 4 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar selanjutnya silahkan klik tulisan biru di atas
PANGKAT DAN AKAR
Selamat Belajar.
Di sini, kamu akan belajar tentang Bentuk Pangkat & Akar melalui
video yang dibawakan oleh Bapak Anton Wardaya. Kamu akan diajak untuk
memahami materi hingga metode menyelesaikan soal. Selain itu, kamu juga
akan mendapatkan latihan soal interaktif dalam 3 tingkat
kesulitan (mudah, sedang, sukar).
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 4 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar Selanjutnya Silahkan klik tulisan merah di atas.
Sekarang, kamu bisa mulai belajar dengan 4 video dan 3 set latihan soal yang ada di halaman ini. Apabila materi ini berguna, bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya.
Untuk belajar Selanjutnya Silahkan klik tulisan merah di atas.
KETIKA HATI MULAI LELAH
KETIKA HATI MULAI LELAH
LAFAZKAN:
"NIKMAT TUHAN MANA LAGI YANG KAMU DUSTAKAN"
Mari bersenandung sambil berZikir Asmaul Husna
SOAL LIMIT FUNGSI
SELESAIKAN 5 SOAL KD LIMIT FUNGSI BERIKUT
SELAMAT MENGIKUTI TEST, SEMOGA BERHASIL.
Jumat, 14 April 2017
about me
Rahmawaty Polontalo
lahir di Gorontalo, 20 Maret 1972. Saat ini mengajar di SMKN1 Gorontalo, mengampuh mata pelajaran matematika kelas X, XI dan XII sejak tahun 2000 sampai sekarang.
Sebelumnya mengajar matematika di SMPN Tumpaan Minahasa tahun 1997-2000 & Tutor UT-UPBJJ tahun 2001-2011, 2023 sampai sekarang.
Pengalaman Organisasi
- Ketua Komunitas MGMP Mtk SMK Kota Gtlo thn 2017 - sekarang
- Ketua bidang Inovasi & Pengembangan Teknologi IGMP Mtk Prov. Gorontalo thn 2017 - sekarang
- Ketua Bidang peningkatan Profesi keguruan & Mutu Pendidikan IGI PROVINSI GTLO - thn 2017 - 2022, klik
- Ketua MN GORONTALO, thn 2020 - 2024 klik
- Founder GoSmart -17 Juli 2019, klik
- Media & Publikasi PP IGI 2021-2026, klik
Pengalaman Instruktur
- Instruktur Google Classroom, yang digagas oleh IGI Provinsi Gorontalo
- Instruktur Sagusabot, yang digagas oleh IGI Provinsi Gorontalo
- Instruktur & koordinator Virtual Coordinator Training (VCT) yang digagas oleh Seameo Seamolec
- Instruktur Rumah Belajar [Nominator 2 DRB Kemendikbud Prov.Gtlo]
- Instruktur sagusablog dasar, yang digagas oleh IGI Pusat pada kanal Sagusablog
- Instruktur SEGUSESMAT
- Instruktur media VR Millealab - Pendekar VR
- Instruktur App Canva
- Tutor UPBJJ-UT Gorontalo
- Guru Pamong PPG 2023
- Pengajar Praktik PGP Angkatan 5 - Thn 2023
- Fasilitator PGP Angkatan 11 - Thn 2024
Penguasaan Teknologi untuk Pendidikan
- Implementasi tablet pendidikan: snote, smart view, dll
- Implementasi Ms.office 365: teams, forms, sway, dll
- Implementasi google dalam pembelajaran: drive, doc, spreedshet, ppt, dll
- Implementasi VR dalam pembelajaran
- Implementasi Bottg
- Implementasi Blogg
- Implementasi Canva
Menyelesaikan pendidikan matematika di Pascasarjana UNG tahun 2008. Antusias mengikuti diklat online yang diselenggarakan oleh Seamolec, antara lain: buku digital, Whiteboard Animation, Blog.
![]() |
| BDR, 15 Oktober 2020 |
Selanjutnya aktif mengikuti pelatihan online yang diselenggarakan oleh IGI, antara lain: Blog Pembelajaran, Penyusunan PTK, Google Classroom, Bot Pembelajaran, Guru Kece (kreatif cerdas) menggunakan Zipgrade, Excell Dasar, Komik Digital, Evaluasi Digital (menggunakan iSpring Suite). Semuanya diikuti hingga memberikan produk sebagai tugas diklat.
Dikaruniai 2 putri & sosok suami teladan
Nur Amanah A. Yusuf ,
Atiqah Ramadhani A. Yusuf
Selasa, 04 April 2017
Selasa, 21 Maret 2017
BELAJAR EFEKTIF

CARA BELAJAR EFEKTIF- Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Cara belajar efektif paling tepat sangat
diperlukan, agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal.
Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang
dalam proses belajar secara keseluruhan, metode belajar yang tepat
sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih
prestasi terbaik yang didambakan. Jadi, mulai sekarang, berusahalah
untuk menerapkan belajar efektif dalam keseharian anda.
CARA BELAJAR EFEKTIF PALING TEPAT
Belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan
yang serius. Memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. Buat
apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan semau
gue. Keberhasilan seseorang di masa mendatang, terletak pada bagaimana
dia menjalankan usahanya pada masa sekarang. Jadi sekali lagi, sebuah
impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan
dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab yang besar. Pada kesempayan
kali ini, kami akan memberikan beberapa cara belajar efektif.
Selengkapnya, silahkan anda simak dari SituSaja.
Berikut ini adalah CARA BELAJAR EFEKTIF paling tepat yang dapat anda terapkan :
1. Rangkumlah materi inti sehingga menjadi sebuah ringkasan. Dalam
semua materi pelajaran, pasti ada materi pokok. Nah, incarlah ini dan
ringkaslah sehingga memudahkan anda dalam memahami setiap detail
pelajaran. Dengan begitu, anda mampu memagang kuat apa yang sebenarnya
harus dikuasai.
2. Aktiflah. Jangan menunggu bapak atau ibu guru atau dosen mengajukan sebuah pertanyaan kepada anda.Mulai
sekarang, mulailah bertindak aktif ketika sedang dalam proses belajar
mengajar di kelas. Jangan pasif. Dengan begitu, hal-hal yang sekiranya
benar-benar belum anda fahami mempunyai peluang lebih besar untuk
langsung dijelaskan solusinya oleh para pengajar anda.
3. Belajar kelompok. Nah, cara yang satu ini juga banyak memberikan
manfaat yang sangat besar bagi anda. Dengan menerapkan belajar bersama
atau kelompok, nantinya akan bisa saling sharing dengan teman-teman yang
lain mengenai pokok-pokok materi pelajaran yang mungkin sulit
dipecahkan atau difahami.
4. Mengembangkan materi pelajaran. Bagi sebagian besar pelajar, hal
ini masih sangat jarang dilakukan atau diterapkan. Padahal jika hal ini
dilakukan dengan baik, dampaknya akan sangat terlihat. Carilah segala
hal / pertanyaan yang belum ada dalam soal-soal latihan, dan nantinya
bisa anda tanyakan langsung kepada para bapak/ibu guru yang mengajar
pelajaran itu. Mulai sekarang, kembangkanlah materi sebanyak mungkin
agar bisa lebih mendalami materi pelajaran.
5. Kedisiplinan. Nah, hal ini merupakan salah satu kunci berhasil
atau tidaknya segala sesuatu. Tanpa adanya sebuah kedisiplinan,
sepertinya mustahil untuk mencapai hasil yang maksimal. Aturlah belajar
anda dan jalankanlah apa yang sudah anda rencanakan dengan disiplin
tinggi.
6.Referensi. Untuk mendapatkan referensi pendukung, pada jaman
sekarang tidaklah sulit. Perpusatakaan sekolah / kampus sudah tersedia
dengan sangat lengkap. Kalau memang anda belum bisa menemukan referensi
yang anda inginkan, anda masih bisa menjelajah internet dengan sangat
leluasa. Hampir segala sesuatu tersedia di dunia maya. Gunakanlah
teknologi internet ini untuk mendukung belajar anda.
Nah, mungkin itulah beberapa cara belajar efektif paling tepat
yang dapat kami hadirkan pada kesempatan kali ini. Semoga saja apa yang
sudah kami berikan ini bisa memberikan manfaat kepada anda. Janganlah
mudah menyerah dalam menggapai impian. Contohlah sosok THOMAS ALFA EDISON
yang pantang menyerah dalam meraih impiannya. Dan akhirnya, penemuannya
berhasil menjadi tonggak terang benderangnya gelap malam di dunia ini.
Sabtu, 18 Maret 2017
Sholawat Penyejuk Qalbu
Keutamaan Sholawat dalam aktifitas hidup dan kehidupan
Sebagai sosok guru matematika, dengan usaha dan
dedikasi yang maksimal dalam membangun dan membentuk peserta didik paripurna
dalam hasil belajar & berkarakter terpuji, adalah bentuk usaha & dedikasi mulia. Tentunya membutuhkan energi & power 'knowledge' dari sosok guru.
Sosok guru dalam melaksanakan serta mewujudkan
'usaha & dedikasi' mulia itu, snantiasa diuji dengan berbagai problematika
pembelajaran, hingga menuntut guru untuk menemukan solusinya.
Menemukan solusi untuk setumpuk Problematika
'pembelajaran' dan 'kehidupan umumnya', membutuhkan kesejukan
qalbu. Qalbu senantiasa sejuk, saat qalbu melantunkan
Sholawat...
Mari..., bersama lantunkan Sholawat melalui
cuplikan video berikut
SERVICE LEARNING
PEMBELAJARAN BERBASIS JASA LAYANAN (SERVICE LEARNING)
A. Pengertian
Pembelajaran
berbasis jasa layanan merupakan salah satu bagian dari strategi pembelajaran
kontekstual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL)
merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa
untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan
materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi,
sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang
secara fleksibel, sehingga dapat diterapkan dari satu permasalahan atau
konteks, ke permasalahan atau konteks lainnya.
Jadi
dalam pembelajaran kontekstual, siswa diharapkan mampu memahami makna materi
pelajaran yang diajarkan oleh guru,
sehingga siswa memiliki ketrampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata
berkaitan dengan materi yang diajarkan tersebut. Kehidupan nyata siswa tersebut
berkaitan dengan kehidupan sosialnya,
kehidupan pribadinya maupun kehidupan budaya dari lingkungan siswa tersebut.
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).
Jadi pembelajaran kontekstual menitik beratkan pada suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.
Salah satu bentuk nyata dari pembelajaran kontekstual ini dapat kita temui dalam pembelajaran berbasis jasa layanan, yakni menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari.
Pembelajaran berbasis jasa layanan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah, guna merefleksikan jasa-layanan tersebut. Jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Dengan kata lain, pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.
B. Ciri-ciri
Seperti yang telah kita ketahui di atas, bahwa pembelajaran berbasis jasa
layanan merupakan salah satu bentuk nyata dari pembelajaran kontekstual. Oleh
karena itu, ciri-ciri pembelajaran berbasis jasa layanan harus sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran kontekstual. Ciri-ciri tersebut antara lain:
1.
Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful
connections)
Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik, ilmu pengetahuan alam atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri, berarti mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL
Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik, ilmu pengetahuan alam atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri, berarti mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL
2.
Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works)
Pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa.
Pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa.
3. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated
Learning)
Pembelajaran yang diatur sendiri, merupakan pembelajaran yang aktif, mandiri, melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri, memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri.
Pembelajaran yang diatur sendiri, merupakan pembelajaran yang aktif, mandiri, melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri, memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri.
4. Bekerjasama (collaborating)
Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi.
Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi.
5. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan
creative thinking)
Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian serta ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu
Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian serta ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu
6.
Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual)
Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi, sikap, minat, tanggung jawab, disiplin, motif berprestasi, dan sebagainya. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor dan mentor. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.
Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi, sikap, minat, tanggung jawab, disiplin, motif berprestasi, dan sebagainya. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor dan mentor. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.
7. Mencapai standar yang tinggi (reaching
high standards)
Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal, mencapai keunggulan (excellent). Tiap siswa bisa mencapai keunggulan, asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya.
Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal, mencapai keunggulan (excellent). Tiap siswa bisa mencapai keunggulan, asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya.
8.
Menggunakan penilaian yang autentik (using authentic assessment)
Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nayata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar, penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari.
Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nayata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar, penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari.
Penjelasan-penjelasan
di atas merupakan ciri-ciri pembelajaran
kontekstual, dari ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis jasa layanan mengandung ciri bahwa:
1. Melakukan
hubungan yang bermakna, hal ini diwujudkan dengan kerjasama kelompok yang dilakukan dalam
menyelesaikan tugas terstruktur.
2. Bekerja
sama guna penerapan praktis dari pengetahuan yang baru diketahui siswa.
3. Melakukan
kegiatan-kegiatan yang berarti melalui kegiata yang beranfaat untuk memenuhi
kebutuhan dalam masyarkat( jasa layanan yang berkaitan dengan tugas
terstruktur).
C. Kesimpulan
Pembelajaran
berbasis jasa layanan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang
mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis
sekolah, guna merefleksikan jasa-layanan
tersebut. Jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan
pembelajaran akademis. Dengan kata lain, pendekatan ini menyajikan suatu
penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi
keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas
terstruktur dan kegiatan lainnya.
Pembelajaran berbasis jasa layanan merupakan salah satu bagian dari strategi pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran berbasis jasa layanan mengandung ciri bahwa:
Pembelajaran berbasis jasa layanan merupakan salah satu bagian dari strategi pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran berbasis jasa layanan mengandung ciri bahwa:
1. Melakukan hubungan yang bermakna, hal ini
diwujudkan dengan kerjasama kelompok yang dilakukan dalam menyelesaikan tugas terstruktur.
2. Bekerja sama guna penerapan praktis dari
pengetahuan yang baru diketahui siswa.
3. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti
melalui kegiata yang beranfaat untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat( jasa
layanan yang berkaitan dengan tugas terstruktur).


























