Memangnya apa pentingnya mengelola sampah plastik? Masih banyak di antara kita yang belum menyadari bahaya sampah plastik bagi hidup kita. Sampah dari bahan plastik dan materi non organik lainya (saset sampo, bungkus mie instan, bungkus minyak goreng, botol minyak gosok, kotak susu UHT, mika, dan styrofoam) membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, namun mereka tidak dapat benar-benar habis melainkan berubah bentuk menjadi mikroplastik.
Bahan mikro partikel (serupa debu super halus) ini tercampur di lahan dan laut. Akibatnya, tanah menjadi tidak subur dan akan mengganggu produksi sumber makanan kita (padi, jagung, singkong, sayuran). Kita dapat mengalami kekurangan sumber pangan. Serbuk mikroplastik yang tercampur di laut, dapat mencelakakan dan termakan oleh biota laut. Tanpa kita sadari, ikan dan produk bahari lainnya yang kita makan mengandung mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan.
B. Berapa banyak sampah yang manusia hasilkan per tahun?
1. Global: 2,5 miliar ton sampah padat per tahun. Sekitar 275 juta dari sampah tersebut adalah sampah plastik. 8 juta ton sampah plastik diperkirakan masuk ke laut. (Sumber: Ocean Conservancy).2. Indonesia: 187,2 juta ton sampah dibuang ke laut. Sekitar 57% dari sampah tersebut adalah plastik. Diperkirakan pada tahun 2025 akumulasi sampah di lautan Indonesia akan meningkat dua kali lipat. 75 persen laut di Indonesia termasuk sangat tercemar. (Sumber: www.safetysign.co.id)3. Gorontalo: Untuk Gorontalo, produksi sampah per ton adalah 140 juta dan hanya terkelola sekitar 70 juta ton. (Sumber: www.mongabay.co.id)
Dengan penduduk dunia yang semakin meningkat, produksi sampah juga semakin meningkat. Saat ini rasio perbandingan antara plastik dan plankton diperkirakan 1:2. Jika dibiarkan begitu saja, volume plastik akan melebihi ikan pada tahun 2050. Jumlah plastik di laut saat ini sekitar 150 juta ton, ini seperlima dari bobot total ikan yang ada.
1. Wadah penampung berukuran besar dengan penutup (tong atau ember)2. Sarung tangan3. Sekop4. Pacul
1. Sampah organik yang sudah dipilih (dedaunan atau sampah rumah tangga)2. Tanah3. Arang sekam4. Pupuk kandang5. Air secukupnya6. Kapur7. Cairan pupul EM4 sebagai tambahan
1. Siapkan sampah rumah tangga yang akan diolah menjadi pupuk kompos2. Pisahkan samapah organik (sisa makanan/dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah organik yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.3. Siapkan wadah berukuran besar untuk membuat pupuk kompos. Jangan lupa bahwa wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk yang dibuat tidak akan terkontamisnasi.4. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa disesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.5. Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya.6. Masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam dan kapur ke dalam wadah7. Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.8. Siram dengan air yang telah bercampur EM49. Masukkan lagi tanah berperan sebagai penutup sampah10. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.


























